Hari Sabtu ini (14/02/2009) saya berkesempatan mengantar keluarga ke Masjid Dian Al Mahri yang terletak di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok. Masjid ini lebih dikenal dengan nama Masjid Kubah Emas.
Masjid dibangun pada tahun 1999 dan di resmikan pada bulan April tahun 2006. Masjid ini dibangun oleh Hajjah (Hj) Dian Djurian Maimun Al-Rasyid,seorang pengusaha dari Serang, Banten dan pemilik Islamic Center Yayasan Dian Al-Mahri.
Luas bangunan masjid ini mencapai 8.000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare. Arsitektur masjid mengikuti arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.


Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.
Pada bagian interiornya, ada pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia.



Di sekitar masjid dibuat taman dengan penataan yang apik dan detail. Selain taman, juga dibangun rumah tinggal sang pendiri masjid dan gedung serbaguna yang menjadi tempat istirahat para pengunjung. Sedangkan untuk parkir, disiapkan lahan seluas 7.000 meter persegi yang mampu menampung kendaraan 300 bus atau 1.400 kendaraan kecil.
Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah. Dari terminal/stasiun Depok Baru kita bisa naik angkutan umum nomor 03 atau kalau dari Citayam bisa naik D 26 turun di Parung Bingung Kemudian ganti naik 102 langsung turun di pintu gerbang masjid.
Sumber bacaan :http://goslink.wordpress.com/2007/08/20/masjid-kubah-emas-di-dunia/
gwgw berkata,
17 Februari 2009 @ 11:10 am
luar biasa……..pertamaxxx…
btw, salam kenyal ya…sekenyal dodol aja….
kasih gw kritikan dong…thx
bay berkata,
3 Maret 2009 @ 3:06 pm
kebetulan rumah saya hanya 700 meter(jarak lurus diukur dari google earth) masjid kubah emas, jadi setiap berada di depok saya hampir selalu solat jum’at dan solat ied disana
interiornya bagus…
flowxkill berkata,
30 Juni 2009 @ 2:30 am
Aku juga pernah k sana sama keluarga, padahal aku anak depok tapi jarang main ke tempat ibadah…..
kebanyakan ngenet nih…jadi sampe lupa buat sholat !!!
yudiasik berkata,
30 Juni 2009 @ 2:37 pm
Sebagai orang Depok saya merasa bangga dengan adanya Masjid Kubah Mas, mudah-mudah dengan ada masjid tersebut kegiatan ekonomi masyrakat sekitar menjadi hidup.
Yoenariadin berkata,
21 Agustus 2009 @ 10:57 am
……saya dari Brebes…baru setahun lalu Pebruari 2008, kebetulan kami juga lagi Merenovasi masjid Agung kami tercinta….Kekaguman kami akan desaign, materi bahan bangunan, gaya-gaya arsitek nya yang saya sangat kagumi…akhir kami sedikit meniru gaya akhir mempergunakan Design Arsitektur dari PT.Atelier Enam Jakarta … yang punya jam terbang design Masjid Agung Semarang … kami meniru bahan lantai dan dinding gerbang Iwan yang mempergunakan Granit Ex Italy yang harga sangat mahal…..kami cukup bangga dengan sedikit ada nuansa yang tercover di Masjid Kami ……dan masjid banyak lainnya yang kita bisa banggakan …memang jauh sekali dengan Al-Mahri baik areal luas dll tapi kami sangat bangga dengan hasil Putra-putra Indonesia dengan Design yang meniru gaya Timur Tengah dan India kalau kami pakai gaya Persia ….trima kasih Al-Mahri
eric berkata,
1 September 2009 @ 4:52 pm
wew mantap tuh kapan-kapan dateng akh sxan liat2
eric berkata,
1 September 2009 @ 4:53 pm
azzzzzzzzzzzzzzzzzzz
Drs. Agus Sumantri berkata,
5 September 2009 @ 2:20 am
Sebelumnya kami mohon maaf kepada pemilik & pengurus DKM Masjid Dian Al Mahri, setelah kami teliti dengan pencitraan lewat foto satelit ternyata posisi bangunan Masjid Dian Al Mahri menyimpang ± 5º dari arah KIBLAT (KA’BAH di Masjidil Haram Mekah).
Untuk kami Hidayah Solution Citra Satelit ingin memberikan masukan / informasi yang lengkap kepada pemilik & pengurus DKM Masjid Dian Al Mahri.
Atas kerjasama & pengertiannya sebelum dan sesudahnya kami mengucapkan banyak terima kasih.
email : hidayahsol_cs@yahoo.co.id
Phone : (021) 70377749 – 5928537