![]()
Alhamdulillah, setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya Dinas Pendidikan Kota Depok membuat website resmi untuk keperluan Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun ajaran 2009/2010 di Kota Depok. Alamat resminya ada di : http://psb.depok.go.id . Bagi mereka yang ingin mengetahui seluk beluk PSB di Kota Depok, silahkan klik website tersebut.
Kita berharap mudah-mudahan penerimaan siswa baru untuk tahun ini lebih baik pelaksanaannya daripada tahun yang lalu, lebih lancar, lebih transparan dan bisa memuaskan semua pihak.
Untuk tingkat SMA, persaingan tahun ini lebih ketat lagi karena 2 SMA favorit, yaitu SMA 1 dan 2 Depok tahun ini pendaftaran untuk siswa barunya sudah tutup.
Untuk penerimaan siswa baru di dua SMA tersebut, tahun ini tidak menggunakan jurnal berdasarkan nilai ujian, tetapi berdasarkan hasil tes masuk yang hasilnya sudah diumumkan beberapa waktu yang lalu. Kedua sekolah tersebut tahun ini sedang memulai merintis untuk menjadi SMA RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional).
Jadi untuk adik-adik yang baru lulus SMP silahkan berburu ke SMA lain. Silahkan pelototi terus jurnal nilai yang berubah setiap saat. Kalau sekiranya sudah berada dalam titik kritis ya secepatnya mencari alternatif sekolah lain.
Kita berharap semoga adik-adik kita itu bisa mendapatkan sekolah terbaik sesuai yang dicita-citakannya. Tetapi karena kesempatan untuk sekolah negeri itu bangkunya terbatas, mungkin tidak bisa semuanya ditampung di sana. Tetapi masih banyak pilihan sekolah lain yang mutunya juga tidak kalah dengan sekolah negeri.
Selamat berburu, semoga sukses !
RIFQI ARSELAN berkata,
23 Juni 2009 @ 9:44 am
Agar kemajuan dalam PSB ini juga disampaikan kepada sekolah-sekolah swasta agar mereka juga tahu dan dapat menginformasikan kepada masyarakatnya. tks
IMAM SYAFI'I berkata,
26 Juni 2009 @ 10:28 am
Diharapkan Konsistensi dlm transfer data, seperti yg telah diinformasikan dlm memilih sekolah SMA Negeri. Berkas yang diserahkan ke SMA yg dipilih pertama dan seandainya SMA pertama tsb gagal mhon secepatnya dialihkan ke SMA pilihan kedua dan seterusnya.Terima kasih
itsnanrabban berkata,
27 Juni 2009 @ 7:43 pm
tempat pendaftarannya di mana?
Djati Purnaningwati berkata,
28 Juni 2009 @ 7:02 pm
Apakah kami jg bs memantau jurnal psb utk sman 5 Depok, saya blm tahu sman 5 Depok mempunyai website spt sman yg lain. Mudah2an, mrk akan ttp up date jurnalnya ya, meskipun blm py website.
christopher berkata,
29 Juni 2009 @ 4:00 pm
ni web nya error gk bisa dibuka gmana sech server nya……
Wiwi Tarwiyah berkata,
30 Juni 2009 @ 9:00 am
Kenapa SMA 1 & 2 keselurahan nya RSBI tanpa ada kelas Reguler sedangkan SMA Negri di Jakarta aja masih tetap meninggalkan beberapa kelas kelas reguler? mohon ditambah lagi SMA negeri Depok Jangan Hanya tersisa 4 sekolah sedangkan pertumbuhan penduduk depok sangat pesat.
Edy Budi Utomo berkata,
1 Juli 2009 @ 1:30 pm
Yth. Seluruh Stakeholder Pendidikan
di Kota Pendidikan/Kota Belimbing (Depok)
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Semua orang yg mrasa sbg. warga Kota Depok punya hak u/ mnyampaikan pendapat/uneg-uneg, apalagi yg berkaitan dng mslh pendidikan; yg tentu saja krn rasa sayang orang tua terhadap anaknya yg a/ berdampak pula pada peningkatan/kebanggaan akan kualitas SDM warga Depok secara keseluruhan.
Kita semua tahu bahwa SMAN 1 & 2 adlh SMAN terfavorit di kota ini (prestise/prestasi); yg tentu saja semua ortu akan memberikan yg paling baik bg anak2nya (itu pasti); namun demikian dengan kterbatasan SMAN di kota ini, perlu ada peninjauan kembali kebijakan dari Pemkot Depok (khususnya yang berkaitan dengan pendidikan).
Sbg. Masukan :
1. Untuk tngkt SLTP, perlu ada pe+an SLTP negeri lagi, walaupun skrng sudah ada 16 SMPN (2 tahun msh 14 SLTPN di Depok); mungkin idealnya ada penambahan 4 SLTPN lagi yg menyebar ke wilayah yg karena kesulitan akses di kota ini (total = 20 SMPN), krn mngkn msh ada juga beberapa daerah Kec. yg anak warganya tak dpt menjangkau SMPN yg diinginkan krn mungkin domisili yg jauh atau akses transportasi yg sulit, dengan asumsi bhw SMP Negeri msh menjadi pilihan krn faktor pembiayaan yang lebih ringan dibanding swasta.
2. Walaupun di kedua SMAN tsb (1 & 2) telah diterapkan RSBI, namun demikian msh perlu dpertahankan kelas reguler-nya; minimal ada 4 kls reguler (2 IPA & 2 IPS) yang tetap dipertahankan. Sehingga hal ini tidak mengesankan bahwa kedua sekolah tersebut adalah kelas eksklusif. Saya idem dito dengan statement Ibu Wiwi Tarwiyah.
Untuk kedua SMAN favorit tersebut, dari dimensi peningkatan kualitas anak didik memang perlu terus dijaga & ditingkatkan, tapi dari segi sosialpun juga tidak mencederai rasa keadilan masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di SMAN favorit tersebut. Dampak positifnya, akan menumbuhkan jiwa kompetensi yang lebih ketat lagi dan memacu metode belajar diantara anak-anak warga depok, karena semakin ke depan persaingan akan lebih tinggi & secara perlahan u/ kls reguler di kedua SMAN tersebut bisa ditiadakan secara bertahap (2-3 tahun ke depan), dng harapan di kedua SMAN tersebut bisa menjadi “kawah candradimuka”nya atau pencetak generasi bibit-bibit unggul u/ kota Belimbing ini.
3. Pembinaan maupun pengawasan dari Pemkot (Dinas Pendidikan Kota) juga terus menerus hrs dilakukan terhadap SMAN 3-8, sehingga kualitas mereka akan terpacu untuk dapat mensejajarkannya dengan kedua SMAN favorit tersebut. Oleh karenanya agar perhatian masyarakat tak hanya terfokus terus menerus pada kedua SMAN tersebut, maka baik SMAN 3 s/d SMAN 8 perlu mendapatkan porsi yang seimbang dalam hal pembinaan dari Dinas Pendidikan, dan mampu mengejar berbagai ketertinggalannya dibanding SMAN 1 atau SMAN 2.
Semoga SMAN 3 s/d SMAN 8 juga menjadi SMAN kebanggaan warga Depok & mampu mencetak kualitas SDM kota tercinta ini sbg. aset keluarga, warga kota maupun warga bangsa. Amiin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Dari warga Depok yg perduli pendidikan
ozier berkata,
1 Juli 2009 @ 5:37 pm
Gile aja SMAN 3 Depok bukan favorit? hahahaha… salah data ya?
sekolah internasional pertama yang ada di depok tuh SMAN 3 Depok, di seleksi di seluruh indonesia akhirnya SMAN 3 Depok yg kepilih jd project pertamanya.. nem tertinggi.. murid2nya banyak yg diterima di PTN..
haduuhhh, saya sebagai alumni SMAN 3 Depok merasa dilecehkan.. kalau mau ambil data yg bener ya pak…
ega berkata,
30 Juni 2009 @ 1:14 pm
kok namaku ga ada? pdahal nilaiku msih diatas nilai terendah..
error nih..
Johan Firdaus berkata,
30 Juni 2009 @ 3:39 pm
Ayoo sekolaaahhhhh
jangan sampe putus sekolah yang penting
mas fay.... berkata,
10 Juli 2009 @ 10:53 am
Mas Johan….bener mas memang gratis masuk SMPN/SMAN ajah susah banget di Depok karena sekolahnya terbatas kasian yang lain harus masuk sekolah swasta padahal zaman sekarang nyari buat ongkosnya saja untuk sampai ke sekolah ajah prihatin banget susah banget…….apalagi buat bayaran bulanannya yang ratus2an itu……gimana mo pinter anak bangsa ini……gimana ya solusinya om…..
Ridho Minho berkata,
30 Juni 2009 @ 5:30 pm
ko gw mau buka psb.depok.go.id g bisa sih ….. ?
parah bgt nih ….
Purwanto berkata,
30 Juni 2009 @ 5:31 pm
PSB nya susah diakses, timeout terus, mungkin perlu dipikirkan server dan tempat hostingnya, supaya kalau hits nya tinggi tidak masalah.
MOTORKITA berkata,
30 Juni 2009 @ 5:48 pm
Wahhh Websitenya sering mati, gak dipersipakan dengan baik kalau bakalan di monitor oleh pengunjung yang banyaak
aulia berkata,
30 Juni 2009 @ 5:53 pm
duh ko webnya ga bisa di buka sih…..dasar pemerintah kerjanya ga beres
osmondi berkata,
30 Juni 2009 @ 6:23 pm
gmn sih nih server eror mulu ? ?
kan mau tau kepastian . . .
Fau berkata,
30 Juni 2009 @ 7:05 pm
ach depok ga adil. Msa ga pke test, sdangkan kecurangan un itu marak. Kami anak kabupaten bogor sangat kcewa. Kami smua mndapat nem kecil karena kerja sndiri. Mohon jangan 5 % kuota,a .. Grooook -..-
Satro berkata,
1 Juli 2009 @ 3:26 pm
Syukurlah bila anda mendapat nilai walaupun minim dengan kejujuran dibanding nilai besar-besar tapi nggak jujur ya bisa dibayangkan hasilnya nanti. Saya setuju sekali bila ada test masuk sekolah yang lebih tinggi jadi ketahuan bahwa nilai UNnya sesuai nggak dengan kemampuannya. Berikut saya lampirkan info dari Kepsek SMA N I cibinong :
Seleksi Masuk SMAN I Dites
Wednesday, 10 June 2009
LULUS ujian nasional (UN) dengan nilai tinggi^tak menjamin masuk SMA negeri. Apalagi berhara§ diterima di SMAN 1 Cibinong. Sebab, seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini SMAN 1 Cibinong menggunakan seleksi tes pada penerimaan siswa baru (PSB). Kepala Sekolah SMAN 1 Cibinong Dedi Supriadi mengatakan, nilai UN tidak dijadikan patokan sebab akan dilakukan tes bagi calon siswa. “Hasil tes ini yang kemudian kita kombinasikan dengan hasil UN,” ujar Dedi kemarin. Dedi juga menyebutkan beberapa alas an memberlakukan seleksi tes, di antaranya keraguan terhadap nilai UN saat ini. “Sesuai pengalaman sebelumnya, siswa yang memiliki nilai UN tiaggi setelah diterima belum tentu memiliki kemampuan yang memadai. Untuk itu kita tidak mau terjebak pada nilai UN,” jelas Dedi. Alasan lain yang membuatnya harus menggunakan tahapan seleksi tes, tak lain karena adanya pengurangan kuota. Saat ini kuota untuk SMAN 1 berjumlah 320 siswa. Rinciannya empat kelas dengan masing-masing kelas 40 siswa, sedangkan dua kelas lainnya 32 siswa. Kuota tersebut, tambah Dedi akan dipangkas lagi sebanyak 16 siswa untuk dua kelas. “Sehingga ada empat kelas yang memiliki kuota 32 siswa,” imbuhnya. Langkah ini, tambah Dedi mau tidak mau harus segera direalisasikan. Agar tidak membuat para orangtua kaget. Jadi pihaknya sengaja melakukannya bertahap. Jika tahun ini dua kelas, kemungkinan tahun berikutnya dua kelas. Begitu selanjutnya sehingga semua kelas tak lebih dari 32 siswa. “Hal ini juga untuk membuat siswa lebih nyaman saat belajar,” tandasnya. Apalagi saat ini SMAN 1 Cibinong masuk dalam sekolah kategori mandiri (SKM) dimana sesuai juklak-juknisnya PermendiknasNo. 10 tahun 2009, salah satu poin menyatakan pengurangan siswa dari 40 menjadi 32 siswa. Disebutkan Dedi, pengurangan jumlah kuota setiap kelas, mengisyaratkan bahwa di SMAN 1 tidak memberikan lebih dari satu pilihan. “Itu artinya jika tidak diterima di SMAN 1 otomatis langsung ke SMA swasta,” pungkasnya.(nie)
Satro berkata,
3 Juli 2009 @ 2:52 pm
Hanya Allah yang maha tahu, saya tidak menjustifikasi penghalalan segala cara
Top Posts « WordPress.com berkata,
1 Juli 2009 @ 7:50 am
[...] :: Website Resmi PSB Depok 2009 Alhamdulillah, setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya Dinas Pendidikan Kota Depok membuat website resmi untuk [...] [...]
Satro berkata,
1 Juli 2009 @ 3:32 pm
Melihat dan berharap-harap cemas , maklum nilai UNnya pada tinggi-tinggi
sugay berkata,
1 Juli 2009 @ 1:45 pm
Tolong bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri manapun agar disalurkan ke sekolah-sekolah swasta di depok yang masih memerlukan siswanya. sehingga tidak lari ke sekolah-sekolah swasta di jakarta. Thanks
Eko berkata,
1 Juli 2009 @ 3:51 pm
Mohon informasi, kalau pada pilihan pertama sudah tidak ada, dan ada pada pilihan kedua, apakah perlu pemindahan berkas dilakukan sendiri (manual), ataukah nanti setelah final baru selanjutnya berkas dipindahkan, terima kasih
Bimbo Ototo berkata,
1 Juli 2009 @ 4:18 pm
Bapak/ibu yang berwenang, pada pengumuman hasil seleksi SPB SMPN 3 Depok, pada urutan no.1 terpampang nilai total 867.7 apa tidak salah ?
THARMUZIE berkata,
2 Juli 2009 @ 12:38 am
ASS. WAR WAB saya memang tidak ada kepentingan apapun , tapi saya memantau perkembangan jurnal smpn2 depok. ada data yang saya download tentang hasil seleksi.penerimaan siswa baru di smpn2 depok.DARI JAM KE JAM DAN HARI KE HARI SETIAP SAAT.
hasil download khusus untuk yang total nilai 26.95
point 1 # 29 juni 2009 jam 19.30 sbb
No. Daftar Nama Lengkap Total Nilai
1020006 KEVIN ADITYA SADEWO 26.95
1020009 MUHAMMAD ICHSAN ADI NUGROHO 26.95
1020054 PRIMA PERDANA PRIBADI 26.95
1020067 YOLANDA CHRISTINE 26.95
1020116 HILMI FADLI 26.95
point 2 # 30 juni 2009 jam 19.30
No. Daftar Nama Lengkap Total Nilai
1020373 NAUFAL FADHILLAH 26.95
1020328 DAHLIANI HILDA PERMANA 26.95
1020006 KEVIN ADITYA SADEWO 26.95
1020116 HILMI FADLI 26.95
1020054 PRIMA PERDANA PRIBADI 26.95
1020324 FITRI AMELIA SARI 26.95
1020067 YOLANDA CHRISTINE 26.95
1020009 MUHAMMAD ICHSAN ADI NUGROHO 26.95
1020334 VELLY SAFARINA 26.95
1020375 HANIFAH AZZAHRA HAKIMAH 26.95
point 3 # 01 juli 2009 jam 20.30
No. Daftar Nama Lengkap Total Nilai
1020373 NAUFAL FADHILLAH 26.95
1020328 DAHLIANI HILDA PERMANA 26.95
1020006 KEVIN ADITYA SADEWO 26.95
1020116 HILMI FADLI 26.95
1020054 PRIMA PERDANA PRIBADI 26.95
1020324 FITRI AMELIA SARI 26.95
khusus untuk yg total nilai 26.95 setelah saya cek untuk masing2 siswa , semuanya sama”NILAI AKADEMIK ” / “PRESTASI SEMUANYA SAMA.
KOMENTAR SAYA
PADA POINT 1 #
itu adalah hasil sortir yang ” benar”
(Total nilai sama tapi urutan rangking penerimaan selanjutnya adalah berdasar urutan “no daftar”)
PADA POINT 2 # PADA POINT 3 #
itu adalah hasil sortir yang ” ngacak”
(Total nilai sama tapi urutan rangking penerimaan selanjutnya adalah TIDAK berdasar urutan “no daftar”)
SEKALI LAGI SAYA TIDAK ADA KEPENTINGAN . NAMUN KALAU SAYA SEBAGAI ORANG TUA DARI CALON SISWA TSB DIATAS (PADA POINT 1 # AKAN MENANYAKAN KE TEMPAT PENDAFTARAN. DENGAN ALASAN
1. PENDAFTARAN PADA HARI PERTAMA PENUH SESAK DAN ANTRI .DI SINI ADA KESABARAN & PERJUANGAN UNTUK HAL ITU
2. PENDAFTARAN HARI KE 2 TIDAK PENUH SESAK DAN TIDAK ADA ANTRIAN PANJANG.
PERTANYAAN SAYA BAGAIMANA SISTIM PEN “SORTIRAN NYA” ?
KAN KASIHAN , WALAUPUN AKHIRNYA DI TERIMA DI “PILIHAN KE 2″
MOHON TANGGAPAN ??
WASSALAM : THARMUZIE
ERDINA WAHYUNI berkata,
2 Juli 2009 @ 3:14 pm
YANG DI UJIKAN BUKAN 4 MATA PELAJARAN TAPI 3 MATA PELAJARAN
MATEMATIKA , BAHASA INDONESIA , DAN IPA
ERDINA WAHYUNI berkata,
2 Juli 2009 @ 3:10 pm
YA SAYA SEBAGAI IBU YANG PERNAH PUNYA ANAK MASUK SMPN . SETUJU DENGAN KOMENTAR BAPAK THARMUZIE .
AGAR PIHAK PENYELEKSI MEMBERIKAN PENJELASAN TENTANG “KRITERIA PENERIMAAN” MUMPUNG BELUM DI UMUMKAN SECARA RESMI. GUNA MENGHINDARI PROTES DAN AGAR TIDAK ADA PIHAK YANG DIRUGIKAN .
SALAM : ERDINA WAHYUNI
hadazam berkata,
2 Juli 2009 @ 3:10 pm
Hati2 ya kalau ngomong, Mas Ozier (1 Juli ,’09). Semua omongan Mas dibalik balik soal SMAN 3 Depok. Kenyataannya tidaklah demikian.
bung iwan berkata,
2 Juli 2009 @ 6:16 pm
saya juga setuju dengan bung tarmuze, saya juga bingung melihat daftar hasil seleksi siswa sistem jurnal. mohon menjadi koreksinya!!! kita maklum manusia ada salahnya!!! kalau nilai NEM jumlah nya sama, yang menjadi acuan untuk nomor urut peringkat dipengumuman apa? dari nomor pendaftaran yang lebih dulu, yang berada di nomor daftar yang lebih besar, atau kehilapan dari pembuat data. mohon kejelasannya dari pada dikemudian hari ada yang PTUN kan. TERIMA KASIH SEKEDAR KOREKSI UNTUK PERBAIKAN!!!!!!!!!!
Hamdan Arfani berkata,
3 Juli 2009 @ 11:20 pm
SMA 1 dan 2 melakukan seleksi sendiri, itu artinya tidak percaya dengan hasil UN? Iya toh … he..he..
SBI/SRBI itu sangat bagus, tapi menjadi tidak bagus begitu pemerintah ternyata tidak punya anggaran yang cukup sehingga membebankan kepada orang tua peserta didik. SEHINGGA HANYA ANAK ORANG BERDUIT yang bisa bersekolah di sekolah negeri SBI/SRBI. Kalau dana tak cukup, mbok ya jangan semua kelas di jadikan SBI dong, contoh dong D.K.I. he..he..he..
Harap ingat kembali amanat UUD 45 bahwa setiap warga negara berhak atas pendidikan yang layak !
purboyo berkata,
4 Juli 2009 @ 9:42 am
Cari info soal prosedur dan persyaratan untuk mendaftar ke SMPN Depok setelah tahu diterima kok susah ya? Ada yang bisa kasih tahu? Anakku diterima di SMP 13, sementara saat mendaftar di SMP 5. Perlu gak mencabut berkas ke SMP 5? syaratnya apa saja? Info yang dapat cuman pendaftaran mulai senin tanggal 6 Juli sampai 8
tardi berkata,
6 Juli 2009 @ 1:00 pm
Terima kasih atas informasi yang telah diberikan PSB depok online dimana sangat membantu dalam melihat hasil jurnal secara cepat walaupun kadang-kadang agak sulit masuknya, saya hanya ingin sumbang saran terhadap hasil seleksi PSB untuk SMA dan SMP terkait dengan pemilihan sekolah berdasarkan prioritas pilihan 1, 2 dan 3 sebagaimana aturan yang ditetapkan, padahal kalau ditinjau kembali yang namanya prioritas adalah yang didahulukan, akan tetapi didalam pelaksanaan seleksi PSB Depok seperti contoh kasus dengan nilai yang sama antara A dan B contohnya : nilai A 35,55 pilihan 1 dan nilai B 35,55 pilihan 2, akan tetapi didalam urutan rangking didalam sekolah tersebut tersebut Nilai B pilihan 2 bisa menjadi yang teratas dibandingkan nilai A pilihan 1 sehingga perioritas tidak menjadi pilihan hanya berdasarkan urutan nilai dan tahun kelahiran. Kedepan saya kira perlu juga dijelaskan perioritas pilihan dengan aturan yang ditetapkan, terima kasih.