:: Website Resmi PSB Depok 2009

logoPSBdepok

Alhamdulillah, setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya Dinas Pendidikan Kota Depok membuat website resmi untuk keperluan Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun ajaran 2009/2010 di Kota Depok. Alamat resminya ada di : http://psb.depok.go.id . Bagi mereka yang ingin mengetahui seluk beluk PSB di Kota Depok, silahkan klik website tersebut.

Kita berharap mudah-mudahan penerimaan siswa baru untuk tahun ini lebih baik pelaksanaannya daripada tahun yang lalu, lebih lancar, lebih transparan dan bisa memuaskan semua pihak.

Untuk tingkat SMA,  persaingan tahun ini lebih ketat lagi  karena 2 SMA favorit, yaitu SMA 1 dan 2 Depok tahun ini pendaftaran untuk siswa barunya sudah tutup.

Untuk  penerimaan siswa baru di dua SMA tersebut, tahun ini tidak menggunakan jurnal berdasarkan nilai ujian, tetapi berdasarkan hasil tes masuk yang hasilnya sudah diumumkan beberapa waktu yang lalu.  Kedua sekolah tersebut tahun ini sedang memulai merintis untuk menjadi   SMA RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional).

Jadi untuk adik-adik yang baru lulus SMP silahkan berburu ke SMA lain. Silahkan pelototi terus jurnal nilai yang berubah setiap saat. Kalau sekiranya sudah berada dalam titik kritis ya secepatnya mencari alternatif  sekolah lain.

Kita berharap semoga adik-adik  kita itu  bisa mendapatkan sekolah terbaik sesuai yang dicita-citakannya. Tetapi karena kesempatan untuk sekolah negeri itu bangkunya terbatas, mungkin tidak bisa semuanya ditampung di sana. Tetapi masih banyak pilihan sekolah lain yang mutunya juga tidak kalah dengan sekolah negeri.

Selamat berburu, semoga sukses !

32 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    RIFQI ARSELAN berkata,

    Agar kemajuan dalam PSB ini juga disampaikan kepada sekolah-sekolah swasta agar mereka juga tahu dan dapat menginformasikan kepada masyarakatnya. tks

    ::> RIFQI ARSELAN
    Setuju 1000 persen Pak !

  2. 2

    IMAM SYAFI'I berkata,

    Diharapkan Konsistensi dlm transfer data, seperti yg telah diinformasikan dlm memilih sekolah SMA Negeri. Berkas yang diserahkan ke SMA yg dipilih pertama dan seandainya SMA pertama tsb gagal mhon secepatnya dialihkan ke SMA pilihan kedua dan seterusnya.Terima kasih

    ::> IMAM SYAFI’I
    Setuja Pak, pokoknya lebih mudah adil dan transparan

  3. 3

    itsnanrabban berkata,

    tempat pendaftarannya di mana?

    ::> itsnanrabban
    Harus ke masing-masing sekolah…

  4. 4

    Djati Purnaningwati berkata,

    Apakah kami jg bs memantau jurnal psb utk sman 5 Depok, saya blm tahu sman 5 Depok mempunyai website spt sman yg lain. Mudah2an, mrk akan ttp up date jurnalnya ya, meskipun blm py website.

    ::> Djati Purnaningwati
    Insyaallah akan tetap update, karena akan terus dipelototi banyak mata, hehe…

  5. 5

    christopher berkata,

    ni web nya error gk bisa dibuka gmana sech server nya……

    ::> christopher
    Mungkin saking banyaknya yg mau nengok ya, sementara disisi lain tim psb juga harus terus mengupdate data….

  6. 6

    Wiwi Tarwiyah berkata,

    Kenapa SMA 1 & 2 keselurahan nya RSBI tanpa ada kelas Reguler sedangkan SMA Negri di Jakarta aja masih tetap meninggalkan beberapa kelas kelas reguler? mohon ditambah lagi SMA negeri Depok Jangan Hanya tersisa 4 sekolah sedangkan pertumbuhan penduduk depok sangat pesat.

    ::> Wiwi Tarwiyah
    Kayaknya itu juga pertanyaan banyak orang tua murid ya Bu…

    • 7

      Edy Budi Utomo berkata,

      Yth. Seluruh Stakeholder Pendidikan
      di Kota Pendidikan/Kota Belimbing (Depok)

      Assalamu’alaikum Wr. Wb.
      Semua orang yg mrasa sbg. warga Kota Depok punya hak u/ mnyampaikan pendapat/uneg-uneg, apalagi yg berkaitan dng mslh pendidikan; yg tentu saja krn rasa sayang orang tua terhadap anaknya yg a/ berdampak pula pada peningkatan/kebanggaan akan kualitas SDM warga Depok secara keseluruhan.
      Kita semua tahu bahwa SMAN 1 & 2 adlh SMAN terfavorit di kota ini (prestise/prestasi); yg tentu saja semua ortu akan memberikan yg paling baik bg anak2nya (itu pasti); namun demikian dengan kterbatasan SMAN di kota ini, perlu ada peninjauan kembali kebijakan dari Pemkot Depok (khususnya yang berkaitan dengan pendidikan).
      Sbg. Masukan :
      1. Untuk tngkt SLTP, perlu ada pe+an SLTP negeri lagi, walaupun skrng sudah ada 16 SMPN (2 tahun msh 14 SLTPN di Depok); mungkin idealnya ada penambahan 4 SLTPN lagi yg menyebar ke wilayah yg karena kesulitan akses di kota ini (total = 20 SMPN), krn mngkn msh ada juga beberapa daerah Kec. yg anak warganya tak dpt menjangkau SMPN yg diinginkan krn mungkin domisili yg jauh atau akses transportasi yg sulit, dengan asumsi bhw SMP Negeri msh menjadi pilihan krn faktor pembiayaan yang lebih ringan dibanding swasta.
      2. Walaupun di kedua SMAN tsb (1 & 2) telah diterapkan RSBI, namun demikian msh perlu dpertahankan kelas reguler-nya; minimal ada 4 kls reguler (2 IPA & 2 IPS) yang tetap dipertahankan. Sehingga hal ini tidak mengesankan bahwa kedua sekolah tersebut adalah kelas eksklusif. Saya idem dito dengan statement Ibu Wiwi Tarwiyah.
      Untuk kedua SMAN favorit tersebut, dari dimensi peningkatan kualitas anak didik memang perlu terus dijaga & ditingkatkan, tapi dari segi sosialpun juga tidak mencederai rasa keadilan masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di SMAN favorit tersebut. Dampak positifnya, akan menumbuhkan jiwa kompetensi yang lebih ketat lagi dan memacu metode belajar diantara anak-anak warga depok, karena semakin ke depan persaingan akan lebih tinggi & secara perlahan u/ kls reguler di kedua SMAN tersebut bisa ditiadakan secara bertahap (2-3 tahun ke depan), dng harapan di kedua SMAN tersebut bisa menjadi “kawah candradimuka”nya atau pencetak generasi bibit-bibit unggul u/ kota Belimbing ini.
      3. Pembinaan maupun pengawasan dari Pemkot (Dinas Pendidikan Kota) juga terus menerus hrs dilakukan terhadap SMAN 3-8, sehingga kualitas mereka akan terpacu untuk dapat mensejajarkannya dengan kedua SMAN favorit tersebut. Oleh karenanya agar perhatian masyarakat tak hanya terfokus terus menerus pada kedua SMAN tersebut, maka baik SMAN 3 s/d SMAN 8 perlu mendapatkan porsi yang seimbang dalam hal pembinaan dari Dinas Pendidikan, dan mampu mengejar berbagai ketertinggalannya dibanding SMAN 1 atau SMAN 2.
      Semoga SMAN 3 s/d SMAN 8 juga menjadi SMAN kebanggaan warga Depok & mampu mencetak kualitas SDM kota tercinta ini sbg. aset keluarga, warga kota maupun warga bangsa. Amiin.
      Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
      Dari warga Depok yg perduli pendidikan

      ::> Edy Budi Utomo
      Masukan yang sangat baik. Gimana nih Bapak/Ibu yang berkompeten ?

      • 8

        ozier berkata,

        Gile aja SMAN 3 Depok bukan favorit? hahahaha… salah data ya?
        sekolah internasional pertama yang ada di depok tuh SMAN 3 Depok, di seleksi di seluruh indonesia akhirnya SMAN 3 Depok yg kepilih jd project pertamanya.. nem tertinggi.. murid2nya banyak yg diterima di PTN..
        haduuhhh, saya sebagai alumni SMAN 3 Depok merasa dilecehkan.. kalau mau ambil data yg bener ya pak…

        ::> ozier
        Tuh jangan lecehkan SMAN 3 (dan juga SMA yang lain lho ya) !

  7. 9

    ega berkata,

    kok namaku ga ada? pdahal nilaiku msih diatas nilai terendah..
    error nih..

    ::> ega
    Sabar, barangkali belum diupload. Kan semuanya butuh waktu…

  8. 10

    Johan Firdaus berkata,

    Ayoo sekolaaahhhhh
    jangan sampe putus sekolah yang penting

    ::> Johan Firdaus
    Setuju, apalagi iklan sekolah gratis digeber gede2an….

    • 11

      mas fay.... berkata,

      Mas Johan….bener mas memang gratis masuk SMPN/SMAN ajah susah banget di Depok karena sekolahnya terbatas kasian yang lain harus masuk sekolah swasta padahal zaman sekarang nyari buat ongkosnya saja untuk sampai ke sekolah ajah prihatin banget susah banget…….apalagi buat bayaran bulanannya yang ratus2an itu……gimana mo pinter anak bangsa ini……gimana ya solusinya om…..

      ::> mas fay….
      Itu masalah kita semua, termasuk masalah saya juga yang sekarang sedang belajar menjadi orang tua yang punya anak masuk sma….

  9. 12

    Ridho Minho berkata,

    ko gw mau buka psb.depok.go.id g bisa sih ….. ?
    parah bgt nih ….

  10. 13

    Purwanto berkata,

    PSB nya susah diakses, timeout terus, mungkin perlu dipikirkan server dan tempat hostingnya, supaya kalau hits nya tinggi tidak masalah.

  11. 14

    MOTORKITA berkata,

    Wahhh Websitenya sering mati, gak dipersipakan dengan baik kalau bakalan di monitor oleh pengunjung yang banyaak

  12. 15

    aulia berkata,

    duh ko webnya ga bisa di buka sih…..dasar pemerintah kerjanya ga beres

  13. 16

    osmondi berkata,

    gmn sih nih server eror mulu ? ?
    kan mau tau kepastian . . .

  14. 17

    Fau berkata,

    ach depok ga adil. Msa ga pke test, sdangkan kecurangan un itu marak. Kami anak kabupaten bogor sangat kcewa. Kami smua mndapat nem kecil karena kerja sndiri. Mohon jangan 5 % kuota,a .. Grooook -..-

    • 18

      Satro berkata,

      Syukurlah bila anda mendapat nilai walaupun minim dengan kejujuran dibanding nilai besar-besar tapi nggak jujur ya bisa dibayangkan hasilnya nanti. Saya setuju sekali bila ada test masuk sekolah yang lebih tinggi jadi ketahuan bahwa nilai UNnya sesuai nggak dengan kemampuannya. Berikut saya lampirkan info dari Kepsek SMA N I cibinong :
      Seleksi Masuk SMAN I Dites
      Wednesday, 10 June 2009
      LULUS ujian nasional (UN) dengan nilai tinggi^tak menjamin masuk SMA negeri. Apalagi berhara§ diterima di SMAN 1 Cibinong. Sebab, seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini SMAN 1 Cibinong menggunakan seleksi tes pada penerimaan siswa baru (PSB). Kepala Sekolah SMAN 1 Cibinong Dedi Supriadi mengatakan, nilai UN tidak dijadikan patokan sebab akan dilakukan tes bagi calon siswa. “Hasil tes ini yang kemudian kita kombinasikan dengan hasil UN,” ujar Dedi kemarin. Dedi juga menyebutkan beberapa alas an memberlakukan seleksi tes, di antaranya keraguan terhadap nilai UN saat ini. “Sesuai pengalaman sebelumnya, siswa yang memiliki nilai UN tiaggi setelah diterima belum tentu memiliki kemampuan yang memadai. Untuk itu kita tidak mau terjebak pada nilai UN,” jelas Dedi. Alasan lain yang membuatnya harus menggunakan tahapan seleksi tes, tak lain karena adanya pengurangan kuota. Saat ini kuota untuk SMAN 1 berjumlah 320 siswa. Rinciannya empat kelas dengan masing-masing kelas 40 siswa, sedangkan dua kelas lainnya 32 siswa. Kuota tersebut, tambah Dedi akan dipangkas lagi sebanyak 16 siswa untuk dua kelas. “Sehingga ada empat kelas yang memiliki kuota 32 siswa,” imbuhnya. Langkah ini, tambah Dedi mau tidak mau harus segera direalisasikan. Agar tidak membuat para orangtua kaget. Jadi pihaknya sengaja melakukannya bertahap. Jika tahun ini dua kelas, kemungkinan tahun berikutnya dua kelas. Begitu selanjutnya sehingga semua kelas tak lebih dari 32 siswa. “Hal ini juga untuk membuat siswa lebih nyaman saat belajar,” tandasnya. Apalagi saat ini SMAN 1 Cibinong masuk dalam sekolah kategori mandiri (SKM) dimana sesuai juklak-juknisnya PermendiknasNo. 10 tahun 2009, salah satu poin menyatakan pengurangan siswa dari 40 menjadi 32 siswa. Disebutkan Dedi, pengurangan jumlah kuota setiap kelas, mengisyaratkan bahwa di SMAN 1 tidak memberikan lebih dari satu pilihan. “Itu artinya jika tidak diterima di SMAN 1 otomatis langsung ke SMA swasta,” pungkasnya.(nie)

      ::> Satro
      Karena NEM selama ini dianggap segala-galanya, maka ada orang yang memakai segala cara untuk meraihnya ya ?

      • 19

        Satro berkata,

        Hanya Allah yang maha tahu, saya tidak menjustifikasi penghalalan segala cara

        ::> Satro
        Untuk instropeksi kita masing-masing….

  15. 20

    [...] :: Website Resmi PSB Depok 2009 Alhamdulillah, setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya Dinas Pendidikan Kota Depok membuat website resmi untuk [...] [...]

    • 21

      Satro berkata,

      Melihat dan berharap-harap cemas , maklum nilai UNnya pada tinggi-tinggi

      ::> Satro
      Harap-harap cemas cemas-cemas harap…

  16. 22

    sugay berkata,

    Tolong bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri manapun agar disalurkan ke sekolah-sekolah swasta di depok yang masih memerlukan siswanya. sehingga tidak lari ke sekolah-sekolah swasta di jakarta. Thanks

    ::> sugay
    Tapi kita juga harus mengahargai pilihan mereka ya ? Soalnya transportasi di dalam wilayah Depok itu kadang lebih sulit daripada ke Jakarta

  17. 23

    Eko berkata,

    Mohon informasi, kalau pada pilihan pertama sudah tidak ada, dan ada pada pilihan kedua, apakah perlu pemindahan berkas dilakukan sendiri (manual), ataukah nanti setelah final baru selanjutnya berkas dipindahkan, terima kasih

    ::> Eko
    Tapi harus dipastikan di pilihan kedua nama si siswa ada tidak ?

  18. 24

    Bimbo Ototo berkata,

    Bapak/ibu yang berwenang, pada pengumuman hasil seleksi SPB SMPN 3 Depok, pada urutan no.1 terpampang nilai total 867.7 apa tidak salah ?

    ::> Bimbo Ototo
    Biasanya ada salah input Pak, nanti juga akan dikoreksi…

  19. 25

    THARMUZIE berkata,

    ASS. WAR WAB saya memang tidak ada kepentingan apapun , tapi saya memantau perkembangan jurnal smpn2 depok. ada data yang saya download tentang hasil seleksi.penerimaan siswa baru di smpn2 depok.DARI JAM KE JAM DAN HARI KE HARI SETIAP SAAT.
    hasil download khusus untuk yang total nilai 26.95
    point 1 # 29 juni 2009 jam 19.30 sbb
    No. Daftar Nama Lengkap Total Nilai
    1020006 KEVIN ADITYA SADEWO 26.95
    1020009 MUHAMMAD ICHSAN ADI NUGROHO 26.95
    1020054 PRIMA PERDANA PRIBADI 26.95
    1020067 YOLANDA CHRISTINE 26.95
    1020116 HILMI FADLI 26.95

    point 2 # 30 juni 2009 jam 19.30
    No. Daftar Nama Lengkap Total Nilai
    1020373 NAUFAL FADHILLAH 26.95
    1020328 DAHLIANI HILDA PERMANA 26.95
    1020006 KEVIN ADITYA SADEWO 26.95
    1020116 HILMI FADLI 26.95
    1020054 PRIMA PERDANA PRIBADI 26.95
    1020324 FITRI AMELIA SARI 26.95
    1020067 YOLANDA CHRISTINE 26.95
    1020009 MUHAMMAD ICHSAN ADI NUGROHO 26.95
    1020334 VELLY SAFARINA 26.95
    1020375 HANIFAH AZZAHRA HAKIMAH  26.95

    point 3 # 01 juli 2009 jam 20.30
    No. Daftar Nama Lengkap Total Nilai
    1020373 NAUFAL FADHILLAH 26.95
    1020328 DAHLIANI HILDA PERMANA 26.95
    1020006 KEVIN ADITYA SADEWO 26.95
    1020116 HILMI FADLI 26.95
    1020054 PRIMA PERDANA PRIBADI 26.95
    1020324 FITRI AMELIA SARI 26.95

    khusus untuk yg total nilai 26.95 setelah saya cek untuk masing2 siswa , semuanya sama”NILAI AKADEMIK ” / “PRESTASI SEMUANYA SAMA.

    KOMENTAR SAYA
    PADA POINT 1 #
    itu adalah hasil sortir yang ” benar”
    (Total nilai sama tapi urutan rangking penerimaan selanjutnya adalah berdasar urutan “no daftar”)

    PADA POINT 2 # PADA POINT 3 #
    itu adalah hasil sortir yang ” ngacak”
    (Total nilai sama tapi urutan rangking penerimaan selanjutnya adalah TIDAK berdasar urutan “no daftar”)

    SEKALI LAGI SAYA TIDAK ADA KEPENTINGAN . NAMUN KALAU SAYA SEBAGAI ORANG TUA DARI CALON SISWA TSB DIATAS (PADA POINT 1 # AKAN MENANYAKAN KE TEMPAT PENDAFTARAN. DENGAN ALASAN
    1. PENDAFTARAN PADA HARI PERTAMA PENUH SESAK DAN ANTRI .DI SINI ADA KESABARAN & PERJUANGAN UNTUK HAL ITU
    2. PENDAFTARAN HARI KE 2 TIDAK PENUH SESAK DAN TIDAK ADA ANTRIAN PANJANG.
    PERTANYAAN SAYA BAGAIMANA SISTIM PEN “SORTIRAN NYA” ?
    KAN KASIHAN , WALAUPUN AKHIRNYA DI TERIMA DI “PILIHAN KE 2″
    MOHON TANGGAPAN ??
    WASSALAM : THARMUZIE

    ::> THARMUZIE
    Gimana nih ? Kalau tidak salah kalau ada nilai sama, rangking disusun berdasar bobot nilai dari 3 pelajaran yang diujikan…

    • 26

      ERDINA WAHYUNI berkata,

      YANG DI UJIKAN BUKAN 4 MATA PELAJARAN TAPI 3 MATA PELAJARAN
      MATEMATIKA , BAHASA INDONESIA , DAN IPA

      ::> ERDINA WAHYUNI
      Benar Mbak, konsentrasi saya lagi ke PSB SMA , karena anak saya lagi bertarung disitu. Tapi sudah diperbaiki kok. Tks

  20. 27

    ERDINA WAHYUNI berkata,

    YA SAYA SEBAGAI IBU YANG PERNAH PUNYA ANAK MASUK SMPN . SETUJU DENGAN KOMENTAR BAPAK THARMUZIE .
    AGAR PIHAK PENYELEKSI MEMBERIKAN PENJELASAN TENTANG “KRITERIA PENERIMAAN” MUMPUNG BELUM DI UMUMKAN SECARA RESMI. GUNA MENGHINDARI PROTES DAN AGAR TIDAK ADA PIHAK YANG DIRUGIKAN .
    SALAM : ERDINA WAHYUNI

    ::> ERDINA WAHYUNI
    Setuju Bu, untuk kebaikan hal-hal seperti itu harus didukung…

  21. 28

    hadazam berkata,

    Hati2 ya kalau ngomong, Mas Ozier (1 Juli ,’09). Semua omongan Mas dibalik balik soal SMAN 3 Depok. Kenyataannya tidaklah demikian.

    ::> hadazam
    Hehe… sabar tetap harus dengan kepala dingin menanggapinya…

  22. 29

    bung iwan berkata,

    saya juga setuju dengan bung tarmuze, saya juga bingung melihat daftar hasil seleksi siswa sistem jurnal. mohon menjadi koreksinya!!! kita maklum manusia ada salahnya!!! kalau nilai NEM jumlah nya sama, yang menjadi acuan untuk nomor urut peringkat dipengumuman apa? dari nomor pendaftaran yang lebih dulu, yang berada di nomor daftar yang lebih besar, atau kehilapan dari pembuat data. mohon kejelasannya dari pada dikemudian hari ada yang PTUN kan. TERIMA KASIH SEKEDAR KOREKSI UNTUK PERBAIKAN!!!!!!!!!!

    ::> bung iwan
    Ya ikut setuju aja ah…

  23. 30

    Hamdan Arfani berkata,

    SMA 1 dan 2 melakukan seleksi sendiri, itu artinya tidak percaya dengan hasil UN? Iya toh … he..he..
    SBI/SRBI itu sangat bagus, tapi menjadi tidak bagus begitu pemerintah ternyata tidak punya anggaran yang cukup sehingga membebankan kepada orang tua peserta didik. SEHINGGA HANYA ANAK ORANG BERDUIT yang bisa bersekolah di sekolah negeri SBI/SRBI. Kalau dana tak cukup, mbok ya jangan semua kelas di jadikan SBI dong, contoh dong D.K.I. he..he..he..
    Harap ingat kembali amanat UUD 45 bahwa setiap warga negara berhak atas pendidikan yang layak !

    ::> Hamdan Arfani
    Pendidikan harus dapat diakses semua lapisan masyarakat ya Pak ?

  24. 31

    purboyo berkata,

    Cari info soal prosedur dan persyaratan untuk mendaftar ke SMPN Depok setelah tahu diterima kok susah ya? Ada yang bisa kasih tahu? Anakku diterima di SMP 13, sementara saat mendaftar di SMP 5. Perlu gak mencabut berkas ke SMP 5? syaratnya apa saja? Info yang dapat cuman pendaftaran mulai senin tanggal 6 Juli sampai 8

    ::> purboyo
    Pengalaman ngantar anak daftar SMA kemarin, berkas dicabut lalu untuk daftar ulang di sekolah tujuan

  25. 32

    tardi berkata,

    Terima kasih atas informasi yang telah diberikan PSB depok online dimana sangat membantu dalam melihat hasil jurnal secara cepat walaupun kadang-kadang agak sulit masuknya, saya hanya ingin sumbang saran terhadap hasil seleksi PSB untuk SMA dan SMP terkait dengan pemilihan sekolah berdasarkan prioritas pilihan 1, 2 dan 3 sebagaimana aturan yang ditetapkan, padahal kalau ditinjau kembali yang namanya prioritas adalah yang didahulukan, akan tetapi didalam pelaksanaan seleksi PSB Depok seperti contoh kasus dengan nilai yang sama antara A dan B contohnya : nilai A 35,55 pilihan 1 dan nilai B 35,55 pilihan 2, akan tetapi didalam urutan rangking didalam sekolah tersebut tersebut Nilai B pilihan 2 bisa menjadi yang teratas dibandingkan nilai A pilihan 1 sehingga perioritas tidak menjadi pilihan hanya berdasarkan urutan nilai dan tahun kelahiran. Kedepan saya kira perlu juga dijelaskan perioritas pilihan dengan aturan yang ditetapkan, terima kasih.

    ::> tardi
    Termasuk evaluasi yang juga harus dipertimbangkan….


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda