:: Asyik, Buku Pelajaran Gratis !

Bagi para siswa yang telah mendapatkan sekolah, apalagi sekolah favorit, tentu harus banyak bersyukur, sampai hari ini masih banyak orang tua dan siswa pontang-panting berburu ke sekolah lain setelah daftar mereka terlempar dari jurnal Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang selalu diupdate setiap saat.

Ada kabar gembira lagi bagi para siswa dan orang tua dari dunia pendidikan, khususnya menyangkut buku pelajaran. Mulai tahun ini, Departemen Pendidikan Nasional menyediakan buku gratis untuk materi pelajaran di sekolah. Bukan gratis-gratis amat sih, tetapi materi pelajaran tersebut dapat didownload dari webste ini : www.pusbuk.or.id, http://bse.depdiknas.go.id, www.depdiknas.go.id atau www.sibi.or.id.

Sebagai orang tua, kita tentu sangat bergembira menyambut kebijakan perbukuan baru yang diambil oleh Depdiknas tersebut. Mudah-mudahan kebijakan ini dapat mengatasi carut marut masalah buku pelajaran di sekolah-sekolah kita.

Selama ini, kita kayaknya seperti “dipaksa” untuk membeli buku-buku pelajaran yang dijual di sekolah, meskipun menurut peraturan tidak boleh, tetapi pada prakteknya jalan terus.

Buku-buku yang harus dibeli tersebut kadang-kadang mutunya di bawah standar, baik dari segi isi, disain, kertas maupun penjilidannya. Dari segi harga, kadang-kadang juga jauh lebih mahal dibanding harga yang ada di pasaran. Buku-buku tersebut kayaknya memang dirancang untuk dipakai sekali saja dan tidak bisa diwariskan kepada adik-adik kelasnya karena setiap tahun selalu berubah, meskipun kadang-kadang perubahannya tidak signifikan, misalnya hanya pada sampul atau ilustrasinya saja.

Dengan kebijakan Depdiknas yang baru ini, kayaknya buku-buku tersebut bisa diwariskan kepada adik-adik kelasnya karena buku-buku tersebut dirancang untuk waktu pemakaian 5 tahun.

Kita sangat welcome dengan kebijakan ini, kita berharap niat baik ini terus bisa dijaga sampai pada implementasinya di lapangan, kalau toh harus beli (karena buku tersebut memang harus dicetak), harganya juga tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Kalau hal tersebut bisa dilaksanakan, maka akan sedikit bisa mengurangi beban para orang tua dalam rangka menyiapkan generasi muda yang akan menentukan maju mundurnya bangsa ini di masa depan. Insyaallah

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    Tutty Diah said,

    Kedengarannya sih mengasyikan, membaca teks diatas. Namun pada kenyataannya tetap saja banyak sekolah yang mengharuskan “BELI PAKSA” di sekolah. Bahkan siswa ditakut-takuti, kalau ada yang bawa fotocopy buku yang sama. (Barangkali karena ortu tdk punya uang, maka pinjam sama temannya dan di copy, dan bukan utk diperjual belikan).
    Siswa yang membawa buku fotocopy, membuka bukunya ada rasa ketakutan (sampai disembunyikan dibawah buku lain, takut ketahuan guru). Bagaimana bangsa Indonesia bisa pandai kalau buku saja dipermasalahkan. Jaman saya dulu, kalau beli di tukang loak di pasar senen dan masih bisa dibaca, ilmunya sampai sekarang masih menancap dan tidak akan hilang.
    Kalau ada peraturan seperti di atas, bagaimana kontrol dari pihak pemerintah? Bisnis memang sangat menjanjikan rupiah, namun tidak harus di lingkungan sekolah yang nota bene tidak semua ortu siswanya berduit. Terima kasih.

    ::> Tutty Diah
    Betul setuju sekali Bu, ini yang sangat memberatkan bagi kita para orang tua murid…

  2. 2

    foske said,

    kapan sih hasil ujian paket c 2009??

    ::> foske
    Siapa yang punya informasi nih ?

  3. 3

    yuni arifin said,

    tapi knytaannya anak saya msh hrs beli buku.,anak saya duduk di kelas 5,,dengan harga buku lebih dari 300rb,,sdngkan janji pmrintah buku itu gratis,,anda semua tau kalo buku skrng tdk bisa di pakai untuk adik kelasnya,,dan alhasil setiap tahun harus beli buku baru,


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: